Kesibukan sehari-hari sering membuat pekerjaan kecil terasa semakin menumpuk.
Seseorang mungkin harus menghadiri rapat, menyelesaikan pekerjaan, membalas pesan, membeli kebutuhan rumah, mengecek pengiriman, mencatat ide, serta mengingat berbagai tugas dalam satu hari.
Oleh karena itu, iPhone sebenarnya dapat berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi dan hiburan.
Dengan aplikasi iOS berguna yang tepat, pengguna dapat mengurangi banyak pekerjaan kecil yang biasanya menghabiskan waktu dan perhatian.
Menariknya, aplikasi yang membantu kehidupan sehari-hari tidak selalu berasal dari nama-nama populer.
Sebaliknya, terdapat berbagai aplikasi yang relatif jarang dibicarakan tetapi menawarkan fungsi yang sangat spesifik.
Ada aplikasi yang mengubah tugas menjadi timeline.
Selain itu, terdapat aplikasi yang terus mengingatkan sampai sebuah pekerjaan benar-benar selesai.
Sementara itu, aplikasi lain membantu mencatat ide secara instan, menghubungkan catatan dengan kalender, mengurangi gangguan dari media sosial, hingga melacak berbagai paket dalam satu tempat.
Karena itu, artikel ini tidak hanya mengumpulkan aplikasi produktivitas.
Sebaliknya, setiap aplikasi dipilih berdasarkan masalah praktis yang sering dialami orang dengan jadwal padat.
Berikut 10 aplikasi iOS yang layak masuk radar.
1. Structured untuk Melihat Hari dalam Satu Timeline
Structured merupakan aplikasi perencana harian yang menggabungkan tugas, rutinitas, kebiasaan, dan agenda ke dalam satu timeline visual.
Berbeda dari to-do list biasa, Structured membantu pengguna melihat kapan sebuah aktivitas akan dilakukan.
Karena itu, aplikasi ini sangat cocok untuk orang yang mempunyai banyak tugas tetapi sering kesulitan menentukan urutan pengerjaan.
Misalnya, pagi hari dimulai dengan perjalanan ke kantor.
Setelah itu, terdapat rapat pukul 09.00.
Kemudian, pengguna perlu menyelesaikan laporan sebelum makan siang.
Pada sore hari, masih ada waktu untuk berolahraga.
Structured menampilkan seluruh aktivitas tersebut dalam alur waktu yang jelas.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya melihat apa yang harus dilakukan.
Sebaliknya, mereka juga mengetahui kapan harus mulai dan berapa lama waktu yang tersedia.
Selain itu, Structured tersedia pada iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch.
Karena itu, pengguna ekosistem Apple dapat membawa rencana hariannya ke beberapa perangkat.
Cocok untuk Siapa?
Structured cocok untuk pekerja kantoran, freelancer, mahasiswa, pemilik bisnis, atau siapa pun yang mempunyai hari dengan banyak aktivitas.
Aplikasi ini juga menarik bagi pengguna yang merasa daftar tugas panjang justru membuat mereka semakin kewalahan.
2. Tiimo untuk Mengurangi Beban Mengatur Rutinitas
Tiimo menawarkan pendekatan visual untuk merencanakan aktivitas sehari-hari.
Apple memilih Tiimo sebagai iPhone App of the Year 2025.
Selain itu, aplikasinya tersedia pada iPhone, iPad, dan Apple Watch.
Tiimo berfokus pada pengaturan waktu, rutinitas, fokus, serta penyelesaian tugas.
Karena itu, aplikasi ini berguna untuk orang yang sering merasa mempunyai terlalu banyak pekerjaan dalam pikiran.
Alih-alih terus mengingat semuanya sendiri, pengguna dapat memindahkan rencana tersebut ke aplikasi.
Misalnya, pagi hari mempunyai empat tugas penting.
Tiimo dapat membantu menyusun tugas tersebut menjadi urutan yang lebih jelas.
Kemudian, pengguna cukup mengikuti agenda satu demi satu.
Dengan demikian, energi mental tidak habis hanya untuk bertanya, “Setelah ini saya harus mengerjakan apa?”
Berguna untuk Minggu yang Sangat Sibuk
Tiimo juga dapat membantu ketika jadwal berubah setiap hari.
Pengguna dapat membuat rutinitas sambil tetap menambahkan aktivitas yang sifatnya sementara.
Karena itu, aplikasi tidak hanya cocok untuk orang dengan jadwal tetap.
Sebaliknya, orang yang mempunyai minggu sangat dinamis juga dapat memanfaatkannya.
3. Due untuk Tugas yang Benar-Benar Tidak Boleh Terlupa
Ada perbedaan antara mengetahui sebuah tugas dan benar-benar mengerjakannya.
Banyak orang melihat notifikasi reminder.
Namun, mereka menutup notifikasi tersebut kemudian lupa beberapa menit setelahnya.
Due mencoba menyelesaikan masalah tersebut melalui fitur Auto Snooze.
Jika pengguna belum menyelesaikan atau menjadwal ulang reminder, Due dapat kembali memberikan notifikasi pada interval tertentu.
Intervalnya dapat diatur mulai dari satu menit hingga satu jam.
Karena itu, Due cocok untuk pekerjaan yang benar-benar membutuhkan perhatian.
Contohnya antara lain:
- Membayar tagihan.
- Menelepon klien.
- Mengambil barang.
- Mengirim dokumen.
- Membayar langganan.
- Mengambil obat.
- Mematikan oven.
- Mengecek sesuatu pada waktu tertentu.
Selain itu, Due mendukung recurring reminder.
Pengguna juga dapat membuat reminder dengan pola yang cukup kompleks.
Misalnya, pengingat setiap hari, setiap minggu, atau pada hari tertentu setiap bulan.
Sederhana tetapi Sangat Spesifik
Due tidak mencoba menggantikan aplikasi project management.
Sebaliknya, aplikasi ini fokus membuat reminder lebih sulit diabaikan.
Bagi orang sibuk yang sering berkata, “Saya sebenarnya ingat, tetapi kemudian lupa lagi,” konsep Due dapat sangat membantu.
4. Sorted³ untuk Menyatukan Kalender dan Tugas
Sorted³ membawa konsep yang disebut hyper-scheduling.
Aplikasi ini menggabungkan kalender dan tugas ke dalam satu timeline.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu melihat kalender dan to-do list secara terpisah.
Selain itu, Sorted³ mempunyai Auto Schedule yang membantu menyusun pekerjaan berdasarkan waktu yang tersedia.
Fitur tersebut menarik bagi orang yang mempunyai daftar tugas panjang tetapi tidak mengetahui apakah semuanya realistis untuk diselesaikan dalam satu hari.
Misalnya, kalender sudah berisi tiga rapat.
Kemudian, masih terdapat enam tugas.
Sorted³ membantu pengguna melihat ruang kosong di antara agenda tersebut.
Setelah itu, tugas dapat dimasukkan ke dalam slot waktu yang lebih realistis.
Mudah Mengubah Jadwal
Hari yang sibuk hampir tidak pernah berjalan 100 persen sesuai rencana.
Karena itu, Sorted³ menyediakan fitur yang membantu menggeser jadwal ketika kondisi berubah.
Pengguna dapat menyesuaikan beberapa aktivitas tanpa harus menyusun semuanya dari awal.
Dengan demikian, aplikasi ini cocok untuk pekerjaan yang sering menghadapi perubahan mendadak.
5. Drafts untuk Menangkap Ide Secepat Mungkin
Ide sering muncul pada waktu yang tidak terduga.
Masalahnya, semakin banyak langkah yang dibutuhkan untuk mencatat sesuatu, semakin besar kemungkinan pengguna memilih menunda.
Drafts menghilangkan banyak langkah tersebut.
Ketika aplikasi dibuka, pengguna langsung mendapatkan halaman kosong dengan keyboard siap digunakan.
Karena itu, pengguna dapat segera mengetik.
Tidak perlu memilih folder terlebih dahulu.
Tidak perlu menentukan nama file.
Enggak perlu memutuskan di mana teks akan disimpan.
Pertama, tulis idenya.
Kemudian, urus sisanya.
Drafts juga dapat meneruskan teks ke aplikasi lain.
Dengan demikian, satu catatan dapat berubah menjadi email, pesan, task, atau dokumen lain melalui workflow yang sesuai.
Bisa Dipakai untuk Banyak Hal
Orang sibuk dapat memakai Drafts untuk:
- Ide pekerjaan.
- Draft email.
- Daftar tugas cepat.
- Catatan rapat.
- Ide artikel.
- Konsep caption.
- Nomor atau informasi sementara.
- Catatan yang perlu dipindahkan ke aplikasi lain.
Karena itu, Drafts cocok untuk pengguna yang sering mempunyai informasi kecil tetapi penting sepanjang hari.
6. Just Press Record untuk Orang yang Lebih Cepat Bicara daripada Mengetik
Tidak semua ide harus ditulis.
Kadang-kadang, berbicara jauh lebih cepat daripada mengetik.
Just Press Record menawarkan perekaman satu sentuhan, transkripsi, serta sinkronisasi iCloud pada perangkat yang didukung.
Selain tersedia pada iPhone, aplikasi ini juga mendukung iPad, Mac, dan Apple Watch.
Karena itu, pengguna dapat menangkap ide ketika sedang berjalan, berpindah tempat, atau tidak nyaman mengetik.
Misalnya, setelah rapat pengguna mempunyai tiga hal penting yang perlu diingat.
Daripada membuka catatan dan mengetik semuanya, pengguna dapat merekam suara selama satu menit.
Kemudian, rekaman dan transkripsinya dapat diperiksa ketika mempunyai waktu.
Berguna untuk Pekerjaan Kreatif
Just Press Record juga cocok untuk:
- Menyimpan ide konten.
- Merekam jurnal suara.
- Membuat memo setelah rapat.
- Menyimpan ide bisnis.
- Merekam pemikiran spontan.
- Membuat catatan perjalanan.
Dengan demikian, iPhone berubah menjadi alat menangkap ide yang jauh lebih cepat.
7. Agenda untuk Menghubungkan Catatan dengan Kalender
Sebagian besar aplikasi notes menyusun informasi berdasarkan folder.
Namun, orang sibuk sering mengingat informasi berdasarkan waktu.
Misalnya:
“Catatan itu saya buat setelah rapat hari Senin.”
“Aturan baru itu kami bahas sebelum presentasi bulan lalu.”
“Keputusan tersebut muncul dalam meeting klien tanggal 12.”
Agenda dirancang untuk kebutuhan semacam ini.
Aplikasi tersebut menghubungkan catatan dengan kalender.
Dengan demikian, setiap catatan dapat mempunyai konteks waktu yang jelas.
Selain itu, Agenda menggunakan pendekatan timeline.
Pengguna dapat melihat bagaimana proyek berkembang dari satu tanggal ke tanggal berikutnya.
Sangat Berguna untuk Meeting
Misalnya, Anda mempunyai rapat proyek setiap Jumat.
Sebelum rapat, buat catatan persiapan.
Ketika rapat berlangsung, tambahkan keputusan yang muncul.
Kemudian, seminggu setelahnya, buka kembali timeline.
Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui bagaimana suatu keputusan berkembang dari waktu ke waktu.
Bagi pekerja yang menghadiri banyak meeting, fungsi ini dapat sangat membantu.
8. Bear untuk Mengorganisasi Banyak Catatan Tanpa Tampilan Rumit
Bear cocok untuk orang yang membutuhkan aplikasi notes lebih kuat tetapi tidak ingin menggunakan sistem yang terlalu kompleks.
Aplikasi ini mendukung Markdown, tags, tasks, tabel, gambar, hubungan antarcatatan, serta berbagai fungsi organisasi lainnya.
Selain itu, pengguna tidak perlu membuat akun hanya untuk mulai menulis.
Sistem tag menjadi salah satu fitur yang paling berguna.
Misalnya:
#kerja
#klien
#keuangan
#ide
#perjalanan
Satu catatan juga dapat mempunyai beberapa tag.
Karena itu, informasi tidak harus terjebak dalam satu folder.
Cocok untuk Membangun Pusat Informasi Pribadi
Bayangkan Anda mengelola tiga proyek.
Masing-masing mempunyai meeting, ide, checklist, dan dokumen.
Bear dapat membantu menyusun seluruh informasi tersebut melalui tags dan hubungan antarcatatan.
Selain itu, pengguna dapat membuat jurnal, catatan pribadi, hingga dokumen panjang.
Dengan demikian, Bear dapat berfungsi sebagai pusat informasi pribadi yang tetap terasa sederhana.
9. Parcel untuk Melacak Banyak Pengiriman dari Satu Aplikasi
Orang sibuk sering tidak mempunyai waktu untuk membuka beberapa website jasa pengiriman.
Masalah tersebut semakin terasa ketika seseorang sedang menunggu beberapa paket sekaligus.
Parcel dapat mengumpulkan informasi tracking dari sekitar 300 layanan pengiriman.
Aplikasi ini mendukung berbagai jasa besar seperti DHL, FedEx, UPS, USPS, Aramex, China Post, Amazon Logistics, dan banyak lainnya.
Selain itu, Parcel mempunyai carrier recognition.
Dengan demikian, aplikasi dapat membantu mengenali jasa pengiriman dari data tracking.
Pada situasi tertentu, pengguna juga dapat memanfaatkan barcode scanner.
Mengurangi Kebiasaan Mengecek Banyak Website
Misalnya, Anda sedang menunggu lima paket.
Daripada menyimpan lima halaman tracking, tambahkan semuanya ke Parcel.
Kemudian, beri nama yang mudah dikenali:
“Laptop kantor”
“Sepatu”
“Hadiah”
“Dokumen”
“Peralatan rumah”
Dengan demikian, pengguna dapat mengecek semuanya dari satu tempat.
Untuk orang yang sering belanja online atau menerima kiriman pekerjaan, fungsi tersebut sangat praktis.
10. Opal untuk Mengurangi Screen Time yang Tidak Disadari
Tidak semua masalah orang sibuk berasal dari kekurangan waktu.
Sebagian muncul karena waktu yang tersedia habis tanpa terasa.
Media sosial menjadi salah satu contoh terbesar.
Pengguna mungkin berniat membuka aplikasi selama dua menit.
Namun, beberapa puluh menit kemudian mereka masih melakukan scrolling.
Opal mencoba membantu pengguna mengendalikan kebiasaan tersebut melalui app blocker, focus timer, app limits, serta statistik screen time.
Selain itu, aplikasi memberikan data penggunaan agar pengguna dapat melihat pola kebiasaan mereka.
Dengan demikian, masalah menjadi lebih mudah dikenali.
Cocok untuk Deep Work
Misalnya, Anda membutuhkan 60 menit untuk menyelesaikan laporan.
Aktifkan sesi fokus.
Kemudian, batasi akses ke aplikasi yang sering mengganggu.
Dengan cara tersebut, pengguna tidak harus mengandalkan kemauan setiap kali muncul keinginan membuka media sosial.
Opal menjadi semacam lapisan tambahan antara pengguna dan kebiasaan membuka aplikasi secara otomatis.
Bonus: Streaks untuk Membentuk Kebiasaan Kecil
Bagi orang sibuk, kebiasaan kecil sering lebih realistis daripada target besar.
Streaks menggunakan pendekatan sederhana untuk membantu pengguna mempertahankan kebiasaan secara konsisten.
Pengguna dapat melacak hingga sejumlah tugas harian yang ingin dijadikan kebiasaan.
Selain itu, Streaks dapat terhubung dengan data Health untuk beberapa jenis aktivitas.
Misalnya, pengguna dapat membuat kebiasaan:
- Jalan kaki setiap hari.
- Membaca.
- Minum air.
- Melakukan mindfulness.
- Menyikat gigi.
- Mengurangi kebiasaan tertentu.
Setiap kali pengguna menyelesaikan aktivitas, streak akan bertambah.
Dengan demikian, aplikasi memberikan motivasi visual untuk menjaga konsistensi.
Bonus Lain: AnyList untuk Mengurangi Ribet Belanja Mingguan
Kesibukan bukan hanya soal pekerjaan.
Kebutuhan rumah tangga juga memakan waktu.
AnyList membantu membuat dan berbagi grocery list.
Pengguna dapat berbagi daftar dengan pasangan, keluarga, atau teman serumah.
Ketika satu orang menambahkan barang, anggota lain dapat melihat perubahan.
Selain itu, AnyList menyediakan penyimpanan resep serta meal planning.
Dengan demikian, pengguna dapat menghubungkan menu mingguan dengan daftar belanja.
Hal sederhana tersebut dapat mengurangi pesan berulang seperti, “Apa yang perlu dibeli?”
Mana Aplikasi yang Sebaiknya Dicoba Terlebih Dahulu?
Tidak perlu memasang semuanya.
Sebaliknya, tentukan masalah yang paling sering menghabiskan waktu.
Jika kesulitan mengatur jadwal, mulai dengan Structured, Tiimo, atau Sorted³.
Apabila tugas penting sering terlupakan, Due lebih relevan.
Jika ide sering hilang, coba Drafts atau Just Press Record.
Untuk orang yang mempunyai banyak meeting, Agenda dapat memberikan manfaat besar.
Sementara itu, pengguna yang membutuhkan pusat catatan pribadi dapat mencoba Bear.
Jika sering menerima paket, gunakan Parcel.
Kemudian, apabila masalah terbesar justru scrolling, Opal dapat menjadi aplikasi paling berdampak.
Dengan demikian, pilihan aplikasi mengikuti masalah, bukan tren.
Jangan Gunakan Tiga Planner Sekaligus
Aplikasi produktivitas dapat menjadi kontraproduktif apabila terlalu banyak.
Misalnya, sebagian tugas berada di Structured.
Kemudian, tugas lain berada di Tiimo.
Sementara itu, jadwal tambahan masuk ke Sorted³.
Akibatnya, pengguna justru tidak mengetahui aplikasi mana yang mempunyai data paling lengkap.
Oleh karena itu, pilih satu aplikasi utama untuk setiap fungsi.
Misalnya:
Planner: Structured.
Reminder penting: Due.
Catatan: Bear.
Voice note: Just Press Record.
Dengan demikian, setiap aplikasi mempunyai peran yang jelas.
Manfaatkan Widget iOS
Aplikasi menjadi jauh lebih praktis ketika informasi muncul langsung pada Home Screen atau Lock Screen.
Oleh karena itu, periksa apakah aplikasi menyediakan widget yang berguna.
Planner dapat menampilkan aktivitas berikutnya.
Habit tracker dapat menunjukkan kebiasaan hari ini.
Sementara itu, aplikasi lain dapat memberikan tombol cepat tanpa harus masuk ke menu penuh.
Dengan demikian, pengguna mengurangi jumlah tap.
Selain menghemat waktu, cara tersebut juga mengurangi peluang terdistraksi oleh aplikasi lain.
Gunakan Apple Watch Jika Memang Membantu
Banyak aplikasi dalam daftar ini mendukung Apple Watch.
Structured, Tiimo, Due, Drafts, Just Press Record, Bear, Parcel, dan beberapa aplikasi lainnya mempunyai dukungan perangkat Apple tambahan.
Namun, jangan merasa harus membeli Apple Watch hanya demi menggunakan aplikasi.
Sebaliknya, jika sudah memilikinya, manfaatkan integrasi tersebut.
Misalnya, reminder dapat muncul langsung di pergelangan tangan.
Selain itu, pengguna dapat merekam memo suara tanpa mengambil iPhone.
Dengan demikian, workflow menjadi lebih cepat.
Gunakan Siri dan Shortcuts untuk Mengurangi Langkah Berulang
Beberapa aplikasi iOS menawarkan dukungan Siri atau Shortcuts.
Fitur tersebut sangat berguna untuk pekerjaan yang dilakukan berulang kali.
Misalnya, seseorang dapat membuat shortcut untuk membuka planner, mencatat sesuatu, atau menjalankan workflow tertentu.
Dengan demikian, beberapa langkah manual dapat berubah menjadi satu perintah.
Namun, mulai dari otomatisasi sederhana.
Tidak perlu langsung membuat puluhan shortcut yang rumit.
Sebaliknya, pilih aktivitas yang benar-benar dilakukan setiap hari.
Periksa Privasi Aplikasi
Produktivitas bukan satu-satunya pertimbangan.
Aplikasi planner dapat menyimpan jadwal.
Sementara itu, aplikasi notes dapat menyimpan informasi pekerjaan.
Aplikasi screen time juga dapat membutuhkan akses tertentu untuk menjalankan fungsinya.
Oleh karena itu, periksa bagian App Privacy di App Store.
Selain itu, baca jenis data yang dikumpulkan.
Kemudian, berikan permission hanya ketika fitur benar-benar membutuhkannya.
Dengan demikian, kenyamanan tidak harus mengorbankan privasi.
Gratis Belum Tentu Lebih Hemat
Beberapa aplikasi menggunakan sistem langganan.
Sementara itu, aplikasi seperti Due menggunakan model pembelian awal dengan opsi tambahan tertentu.
Sorted³ juga menawarkan fitur Pro melalui pembelian.
Karena itu, perhatikan model pembayaran sebelum memindahkan seluruh workflow ke aplikasi.
Namun, jangan hanya memilih berdasarkan harga paling murah.
Jika satu aplikasi berbayar menghemat beberapa jam setiap bulan, nilainya mungkin lebih tinggi dibandingkan aplikasi gratis yang tidak pernah digunakan.
Sebaliknya, hindari membayar langganan hanya karena fitur terlihat menarik.
Gunakan terlebih dahulu.
Kemudian, evaluasi setelah beberapa minggu.
Jangan Menghabiskan Waktu Mengatur Sistem Produktivitas
Ada jebakan menarik dalam dunia aplikasi produktivitas.
Seseorang dapat menghabiskan dua jam mengatur kategori, warna, tag, shortcut, dan automation untuk menghemat lima menit.
Oleh karena itu, sistem sebaiknya tetap sederhana.
Misalnya, planner cukup mempunyai tiga kategori:
Kerja.
Pribadi.
Penting.
Jika sistem sederhana sudah berjalan, barulah tambahkan struktur lain.
Dengan demikian, aplikasi benar-benar membantu pekerjaan, bukan menjadi pekerjaan baru.
Contoh Kombinasi Aplikasi untuk Pekerja Sibuk
Berikut contoh sistem sederhana.
Pagi Hari
Buka Structured untuk melihat timeline.
Kemudian, cek Due untuk reminder penting.
Saat Bekerja
Gunakan Drafts ketika muncul ide singkat.
Sementara itu, catatan meeting masuk ke Agenda.
Ketika Butuh Fokus
Aktifkan Opal selama sesi deep work.
Setelah Meeting
Gunakan Just Press Record untuk merekam rangkuman cepat apabila belum sempat mengetik.
Malam Hari
Rapikan informasi penting ke Bear.
Kemudian, cek Parcel apabila sedang menunggu paket.
Dengan demikian, setiap aplikasi mempunyai tugas yang spesifik.
Checklist Memilih Aplikasi untuk Orang Sibuk
Sebelum menginstal aplikasi baru, tanyakan beberapa hal:
- Masalah apa yang ingin aplikasi ini selesaikan?
- Apakah saya akan menggunakannya setiap minggu?
- Apakah fitur bawaan iPhone sebenarnya sudah cukup?
- Apakah aplikasi mudah digunakan?
- Apakah saya harus membuka terlalu banyak menu?
- Apakah aplikasi mendukung widget?
- Apakah tersedia Apple Watch jika diperlukan?
- Apakah mendukung Siri atau Shortcuts?
- Bagaimana model pembayarannya?
- Apakah datanya dapat diekspor?
- Bagaimana kebijakan privasinya?
- Apakah aplikasi masih aktif mendapat pembaruan?
- Apakah aplikasi mengurangi langkah atau justru menambah langkah?
- Apakah aplikasi membuat pekerjaan lebih jelas?
- Apakah saya benar-benar merasa lebih tenang setelah menggunakannya?
Dengan checklist tersebut, pengguna dapat menghindari kebiasaan menginstal aplikasi hanya karena terlihat menarik.
Kesimpulan
Ada banyak aplikasi iOS berguna yang dapat membantu orang sibuk mengelola kehidupan sehari-hari.
Namun, aplikasi terbaik bukan aplikasi dengan fitur paling banyak.
Sebaliknya, aplikasi terbaik menyelesaikan masalah tertentu dengan cepat.
Structured membantu melihat seluruh hari melalui timeline visual.
Tiimo membantu membangun rutinitas dan mengurangi beban perencanaan.
Sementara itu, Due membuat reminder sulit terlupakan.
Sorted³ menggabungkan kalender dan tugas dalam satu jadwal.
Drafts membantu menangkap teks secepat mungkin.
Kemudian, Just Press Record menawarkan cara praktis menyimpan ide melalui suara.
Agenda menghubungkan catatan dengan kalender.
Bear membantu menyusun kumpulan informasi pribadi secara lebih rapi.
Parcel menyatukan berbagai paket dalam satu aplikasi.
Sementara itu, Opal membantu pengguna mengambil kembali waktu yang sering hilang karena scrolling.
Selain itu, Streaks dapat membantu membangun kebiasaan kecil.
AnyList juga dapat mengurangi keribetan belanja dan perencanaan makanan.
Namun, jangan menginstal seluruh aplikasi sekaligus.
Sebaliknya, identifikasi masalah yang paling sering mengganggu aktivitas.
Setelah itu, pilih satu aplikasi.
Gunakan selama beberapa waktu.
Kemudian, lihat apakah jumlah langkah berkurang dan pekerjaan menjadi lebih mudah.
Pada akhirnya, teknologi seharusnya mengurangi beban.
Bukan menambah aplikasi yang harus dikelola.
Dengan pilihan aplikasi iOS berguna yang tepat, iPhone dapat membantu mengatur waktu, menjaga fokus, menangkap ide, mengingat pekerjaan, mengelola catatan, hingga menyederhanakan berbagai tugas kecil yang sering menyita perhatian orang sibuk.