Banyak orang menggunakan iPhone setiap hari, tetapi sebagian besar waktu mereka mungkin hanya berputar pada aplikasi yang sama.
WhatsApp digunakan untuk mengirim pesan.
Instagram dan TikTok menjadi tempat mencari hiburan.
Sementara itu, YouTube digunakan untuk menonton video dan Spotify untuk mendengarkan musik.
Padahal, App Store menyimpan banyak aplikasi iOS berguna yang dapat membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih sederhana.
Beberapa aplikasi dapat membantu mengatur jadwal yang padat.
Selain itu, terdapat aplikasi yang mengingatkan tugas sampai benar-benar selesai.
Aplikasi lainnya dapat menyimpan ide dalam hitungan detik, mengorganisasi catatan, membuat daftar belanja bersama keluarga, melacak paket, hingga membantu mengendalikan kebiasaan membuka media sosial tanpa sadar.
Menariknya, aplikasi tersebut tidak selalu menjadi aplikasi yang paling banyak dibicarakan.
Sebaliknya, sebagian mempunyai fungsi yang sangat spesifik sehingga baru terasa bermanfaat ketika pengguna benar-benar membutuhkannya.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya melihat iPhone sebagai alat yang lebih luas daripada sekadar perangkat komunikasi dan hiburan.
Dengan kombinasi aplikasi yang tepat, iPhone dapat membantu menghemat waktu, mengurangi lupa, serta membuat berbagai pekerjaan kecil terasa lebih terorganisasi.
Berikut beberapa aplikasi iOS yang layak dicoba.
1. Structured untuk Mengatur Seluruh Hari dalam Satu Timeline
Structured merupakan aplikasi perencana harian yang menggunakan pendekatan visual.
Alih-alih hanya memberikan daftar pekerjaan, aplikasi ini menempatkan tugas, kalender, rutinitas, dan kebiasaan ke dalam satu timeline.
Karena itu, pengguna dapat langsung melihat apa yang akan dilakukan dari pagi hingga malam.
Misalnya, pukul 08.00 Anda harus berangkat ke kantor.
Kemudian, terdapat rapat pukul 09.30.
Setelah itu, laporan harus selesai sebelum makan siang.
Pada sore hari, Anda ingin menyisihkan waktu untuk olahraga.
Structured membantu menampilkan semuanya secara berurutan.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya mengetahui daftar tugas.
Sebaliknya, pengguna dapat memahami kapan setiap kegiatan sebaiknya dimulai.
Mengapa Structured Berguna?
Banyak orang sebenarnya mengetahui apa yang harus mereka kerjakan.
Namun, masalah muncul ketika semua tugas terlihat sama pentingnya.
Akibatnya, seseorang menghabiskan banyak waktu untuk menentukan pekerjaan mana yang perlu dilakukan terlebih dahulu.
Structured membantu mengurangi kebingungan tersebut dengan memberikan konteks waktu.
Selain itu, aplikasi tersedia pada iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch.
Karena itu, rencana harian dapat ikut berpindah bersama perangkat yang digunakan.
2. Tiimo untuk Membuat Rutinitas Lebih Mudah Diikuti
Tiimo juga berfungsi sebagai planner.
Namun, aplikasi ini mempunyai pendekatan yang lebih menonjolkan visual planning, rutinitas, dan pengurangan mental load.
Apple memilih Tiimo sebagai iPhone App of the Year 2025.
Selain itu, aplikasi tersebut tersedia untuk iPhone, iPad, dan Apple Watch.
Tiimo dapat membantu pengguna yang sering merasa mempunyai terlalu banyak hal untuk dipikirkan sekaligus.
Misalnya, Anda mempunyai lima aktivitas penting pada hari ini.
Daripada terus mengingat semuanya di kepala, masukkan kegiatan tersebut ke planner.
Kemudian, buat urutan yang realistis.
Setelah itu, cukup fokus pada aktivitas yang sedang berlangsung.
Dengan demikian, pengguna tidak harus terus memikirkan seluruh agenda sepanjang hari.
Cocok untuk Orang dengan Rutinitas Padat
Tiimo dapat membantu mengatur pekerjaan, aktivitas pribadi, waktu istirahat, hingga rutinitas yang berulang.
Selain itu, tampilan visual dapat membuat jadwal lebih mudah dipahami dibandingkan daftar panjang.
Karena itu, aplikasi ini menarik bagi orang yang sering merasa planner tradisional terlalu kaku.
3. Due untuk Pengingat yang Sulit Diabaikan
Aplikasi Reminders bawaan iPhone sudah sangat berguna.
Namun, sebagian orang mempunyai satu masalah sederhana.
Mereka melihat notifikasi.
Kemudian, mereka menutupnya.
Beberapa menit kemudian, tugas tersebut terlupakan.
Due menawarkan solusi melalui fitur Auto Snooze.
Aplikasi dapat mengulangi notifikasi pengingat sampai pengguna menandai tugas selesai atau menjadwalkannya ulang.
Selain itu, pengguna dapat memilih interval pengingat seperti 1, 5, 10, 15, 30, atau 60 menit.
Karena itu, Due cocok untuk pekerjaan yang benar-benar tidak boleh terlupakan.
Contohnya:
- Membayar tagihan.
- Mengirim laporan.
- Menelepon klien.
- Mengambil obat.
- Membayar langganan.
- Mengambil cucian.
- Mengecek oven.
- Mengirim dokumen penting.
Tidak Harus Membuka Internet
Due juga dapat bekerja secara offline untuk fungsi pengingatnya.
Selain itu, pengguna tidak harus membuat akun untuk mulai menggunakannya.
Aplikasi juga mendukung iPhone, iPad, dan Apple Watch.
Dengan demikian, Due cocok bagi pengguna yang hanya menginginkan reminder cepat tanpa sistem project management yang terlalu rumit.
4. Drafts untuk Menyimpan Ide Sebelum Hilang
Ide sering muncul ketika kita tidak sedang siap menulis.
Misalnya, saat berjalan.
Kemudian, ide lain muncul ketika sedang menunggu kendaraan.
Bahkan, ide terbaik terkadang muncul beberapa menit sebelum tidur.
Masalahnya, membuka aplikasi catatan, menentukan folder, memberi judul, lalu memilih lokasi penyimpanan dapat terasa terlalu lambat.
Drafts mengambil pendekatan berbeda.
Ketika aplikasi dibuka, pengguna langsung melihat halaman kosong dan keyboard yang siap digunakan.
Karena itu, pengguna cukup mulai mengetik.
Tidak perlu memikirkan organisasi terlebih dahulu.
Pertama, simpan ide.
Setelah itu, baru putuskan apa yang ingin dilakukan dengan teks tersebut.
Dari Catatan Menjadi Tindakan
Drafts bukan sekadar aplikasi notes.
Aplikasi tersebut dapat meneruskan teks ke berbagai aplikasi atau workflow lain.
Misalnya, tulisan dapat berubah menjadi:
- Email.
- Pesan.
- Daftar tugas.
- Draft artikel.
- Caption media sosial.
- Catatan proyek.
- Checklist.
- Dokumen.
Dengan demikian, Drafts cocok untuk orang yang sering menangkap banyak informasi kecil sepanjang hari.
5. Just Press Record untuk Merekam Ide dengan Cepat
Tidak semua orang lebih cepat mengetik.
Terkadang, berbicara jauh lebih praktis.
Just Press Record menyediakan fungsi perekaman satu sentuhan, transkripsi, serta sinkronisasi melalui iCloud pada perangkat yang didukung.
Selain iPhone, aplikasi tersedia pada iPad, Mac, dan Apple Watch.
Bahkan, pengguna dapat memulai perekaman dengan Siri pada kondisi yang didukung.
Karena itu, aplikasi ini dapat menjadi alat sederhana untuk menangkap informasi yang muncul secara spontan.
Misalnya, setelah rapat Anda mempunyai beberapa poin penting.
Alih-alih mencoba mengingat semuanya sampai tiba di meja kerja, rekam catatan suara singkat.
Kemudian, dengarkan kembali atau baca transkripsinya.
Bisa Digunakan untuk Banyak Kebutuhan
Just Press Record dapat membantu:
- Merekam ide konten.
- Membuat jurnal suara.
- Menyimpan hasil pemikiran.
- Merekam catatan setelah meeting.
- Menyimpan inspirasi musik.
- Membuat voice memo perjalanan.
Dengan demikian, pengguna tidak selalu harus berhenti dan mengetik ketika ingin menyimpan sebuah ide.
6. Bear untuk Mengelola Catatan dengan Lebih Rapi
Bear merupakan aplikasi catatan berbasis Markdown dengan tampilan yang relatif bersih.
Pengguna dapat menulis catatan sederhana.
Namun, aplikasi juga mampu menangani dokumen panjang, checklist, tabel, tugas, gambar, serta hubungan antarcatatan.
Salah satu fitur yang menarik adalah sistem tag.
Misalnya, pengguna dapat membuat:
#kerja
#keuangan
#ide
#perjalanan
#belanja
Selain itu, satu catatan dapat mempunyai lebih dari satu tag.
Dengan demikian, informasi tidak harus disimpan hanya dalam satu folder.
Cocok untuk Membangun Personal Knowledge Base
Bayangkan Anda sedang merencanakan perjalanan.
Satu catatan dapat berisi itinerary.
Kemudian, catatan kedua memuat anggaran.
Selanjutnya, catatan lain menyimpan daftar barang.
Semua informasi tersebut dapat saling terhubung.
Selain itu, Bear mendukung Siri dan Shortcuts pada beberapa fungsi.
Aplikasi juga mempunyai dukungan Apple Watch untuk menambahkan catatan menggunakan suara.
Karena itu, Bear cocok bagi pengguna yang menginginkan aplikasi notes lebih kuat tanpa antarmuka yang terlalu rumit.
7. Agenda untuk Catatan Meeting yang Terhubung dengan Kalender
Sebagian besar aplikasi notes berfokus pada folder.
Agenda mengambil pendekatan berdasarkan waktu.
Aplikasi ini dapat menghubungkan catatan dengan tanggal atau kalender.
Karena itu, pengguna dapat mengetahui kapan suatu catatan dibuat dan hubungannya dengan sebuah meeting atau kejadian.
Misalnya, Anda mempunyai meeting dengan klien setiap Jumat.
Sebelum pertemuan, buat catatan persiapan.
Kemudian, selama meeting, tambahkan keputusan penting.
Minggu berikutnya, Anda dapat melihat kembali catatan sebelumnya sesuai timeline.
Dengan demikian, riwayat suatu proyek menjadi lebih mudah dipahami.
Cocok untuk Orang yang Menghadiri Banyak Meeting
Pekerja kantoran, pemilik bisnis, project manager, hingga freelancer dapat menggunakan Agenda untuk menjaga konteks setiap percakapan.
Selain itu, aplikasi dapat mengelompokkan catatan ke dalam project dan category.
Karena itu, pengguna tidak hanya mengetahui isi catatan.
Mereka juga mengetahui kapan informasi tersebut menjadi relevan.
8. AnyList untuk Membuat Belanja Rumah Tangga Lebih Praktis
Kesibukan tidak hanya berasal dari pekerjaan.
Aktivitas rumah tangga juga membutuhkan banyak perhatian.
Salah satu tugas sederhana tetapi berulang adalah membuat daftar belanja.
AnyList membantu menyederhanakan aktivitas tersebut.
Pengguna dapat membuat grocery list lalu membagikannya dengan anggota keluarga, pasangan, atau teman serumah.
Ketika satu orang menambahkan barang, daftar bersama dapat ikut diperbarui.
Dengan demikian, percakapan seperti “jangan lupa beli susu” tidak harus terus terjadi melalui chat.
Bukan Hanya Daftar Belanja
AnyList juga menyediakan fitur penyimpanan resep dan meal planning.
Karena itu, pengguna dapat menyusun alur sederhana:
Tentukan menu.
Kemudian, lihat bahan yang dibutuhkan.
Selanjutnya, masukkan bahan ke daftar belanja.
Dengan demikian, kebutuhan rumah tangga dapat lebih terorganisasi dalam satu tempat.
9. Parcel untuk Melacak Banyak Paket Sekaligus
Belanja online membuat seseorang dapat mempunyai beberapa paket yang sedang berjalan pada waktu bersamaan.
Masalahnya, setiap perusahaan pengiriman mempunyai halaman tracking sendiri.
Parcel mencoba menyatukan informasi tersebut.
Aplikasi ini mendukung sekitar 300 layanan pengiriman.
Di dalamnya termasuk berbagai kurir besar seperti DHL, FedEx, UPS, USPS, Aramex, Amazon Logistics, dan jasa lainnya.
Selain itu, Parcel menyediakan fungsi pengenalan kurir.
Pada situasi tertentu, pengguna juga dapat memanfaatkan barcode scanner.
Beri Nama Paket agar Tidak Bingung
Alih-alih hanya menyimpan nomor tracking, pengguna dapat memberikan nama seperti:
“Sepatu”
“Hadiah”
“Keyboard”
“Barang kantor”
“Peralatan rumah”
Dengan demikian, pengguna langsung mengetahui paket mana yang sedang bergerak.
Aplikasi tersebut juga tersedia pada iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, dan Apple Vision.
Karena itu, Parcel sangat praktis bagi orang yang rutin menerima banyak pengiriman.
10. Opal untuk Mengurangi Waktu yang Hilang karena Scrolling
Ironisnya, salah satu fungsi iPhone yang paling berguna justru membantu pengguna menggunakan iPhone lebih sedikit.
Opal merupakan aplikasi pengelolaan screen time dan fokus.
Aplikasi menawarkan app blocking, app limits, focus timer, data penggunaan, serta berbagai alat untuk membantu pengguna mengendalikan kebiasaan membuka aplikasi.
Hal tersebut penting karena banyak orang tidak benar-benar memutuskan untuk membuka media sosial.
Sebaliknya, mereka melakukannya secara otomatis.
Buka Instagram sebentar.
Kemudian, pindah ke TikTok.
Setelah itu, mengecek aplikasi lain.
Tiba-tiba 30 menit sudah berlalu.
Opal mencoba memberikan struktur tambahan agar pengguna lebih sadar ketika menggunakan aplikasi yang mengganggu fokus.
Cocok untuk Deep Work
Misalnya, Anda ingin menyelesaikan pekerjaan selama satu jam.
Aktifkan sesi fokus.
Kemudian, batasi akses terhadap aplikasi yang paling sering mengalihkan perhatian.
Dengan demikian, Anda tidak perlu mengandalkan kemauan setiap kali muncul dorongan membuka Instagram.
Bagi orang yang sering merasa “sibuk tetapi pekerjaan tidak selesai,” aplikasi semacam ini layak dicoba.
Bonus: Streaks untuk Membangun Kebiasaan Kecil
Produktivitas bukan hanya soal bekerja lebih cepat.
Kebiasaan kecil juga mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Streaks merupakan aplikasi habit-forming to-do list.
Pengguna dapat melacak hingga 24 aktivitas yang ingin dilakukan secara konsisten.
Misalnya:
- Membaca 20 menit.
- Berjalan kaki.
- Minum air.
- Melakukan mindfulness.
- Belajar bahasa.
- Tidur lebih teratur.
- Mengurangi kebiasaan tertentu.
Setiap kali pengguna menyelesaikan aktivitas, streak akan berlanjut.
Selain itu, Streaks dapat membaca beberapa data Health dengan izin pengguna untuk mencatat penyelesaian aktivitas tertentu secara otomatis.
Dengan demikian, pengguna tidak selalu harus menandai semuanya secara manual.
Bonus Lain: Waterllama untuk Membuat Kebiasaan Minum Lebih Menarik
Orang sibuk dapat melewatkan hal sederhana seperti minum.
Waterllama mencoba membuat pencatatan hidrasi terasa lebih menyenangkan.
Aplikasi menyediakan reminder, widget, Apple Watch, challenge, statistik, serta sinkronisasi dengan Apple Health.
Selain itu, pengguna dapat mencatat berbagai jenis minuman.
Namun, aplikasi seperti Waterllama sebaiknya digunakan sebagai alat pencatatan dan pengingat.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda berdasarkan aktivitas, cuaca, kondisi kesehatan, serta faktor lainnya.
Karena itu, target dalam aplikasi bukan pengganti saran medis individual.
Mengapa Aplikasi seperti Ini Jarang Dibahas?
Aplikasi komunikasi dan media sosial mempunyai jaringan pengguna yang sangat besar.
Semakin banyak teman menggunakan aplikasi, semakin sering aplikasi tersebut dibicarakan.
Sebaliknya, aplikasi utilitas mempunyai pola berbeda.
Due tetap berguna meskipun tidak satu pun teman Anda menggunakannya.
Parcel juga tetap bermanfaat tanpa fitur sosial.
Begitu pula Drafts atau Bear.
Karena itu, aplikasi tersebut cenderung tumbuh melalui kebutuhan tertentu daripada tren sosial.
Namun, justru di situlah kelebihannya.
Aplikasi kecil sering menyelesaikan satu masalah dengan sangat baik.
Jangan Menginstal Semua Aplikasi Sekaligus
Setelah melihat daftar panjang aplikasi produktivitas, pengguna mungkin tergoda menginstal semuanya.
Namun, pendekatan tersebut justru dapat menambah kerumitan.
Bayangkan tugas berada di Structured.
Sebagian reminder masuk ke Due.
Sementara itu, daftar lain berada di aplikasi ketiga.
Akibatnya, pengguna harus mengingat di mana setiap informasi tersimpan.
Oleh karena itu, pilih berdasarkan kebutuhan.
Misalnya:
Jadwal: Structured.
Reminder penting: Due.
Catatan: Bear.
Ide cepat: Drafts.
Voice note: Just Press Record.
Belanja: AnyList.
Tracking: Parcel.
Fokus: Opal.
Dengan demikian, setiap aplikasi mempunyai tanggung jawab yang jelas.
Manfaatkan Aplikasi Bawaan iPhone Terlebih Dahulu
iPhone sendiri sudah menyediakan banyak aplikasi berguna.
Notes dapat menangani catatan harian.
Reminders membantu tugas.
Calendar mengelola jadwal.
Shortcuts dapat mengotomatisasi berbagai pekerjaan.
Files membantu mengelola dokumen.
Sementara itu, Health mengumpulkan berbagai data kesehatan yang didukung.
Oleh karena itu, jangan menginstal aplikasi pihak ketiga hanya karena sedang populer.
Sebaliknya, tanyakan apakah aplikasi tersebut memberikan fungsi yang memang belum terpenuhi.
Jika Reminders sudah cukup, Due mungkin belum diperlukan.
Namun, jika Anda membutuhkan pengingat berulang yang lebih agresif, Due dapat memberikan nilai tambahan.
Gunakan Widget agar Informasi Lebih Cepat Diakses
Widget merupakan salah satu fitur iOS yang sering kurang dimanfaatkan.
Padahal, widget dapat mengurangi kebutuhan membuka aplikasi berulang kali.
Misalnya, planner dapat menampilkan agenda berikutnya langsung di Home Screen.
Selain itu, habit tracker dapat memperlihatkan tugas hari ini.
Aplikasi kesehatan juga dapat menampilkan progres tertentu.
Dengan demikian, pengguna cukup melihat layar tanpa masuk ke aplikasi.
Cara tersebut tidak hanya lebih cepat.
Selain itu, pengguna dapat mengurangi risiko membuka aplikasi lain lalu terdistraksi.
Manfaatkan Siri dan Shortcuts
Beberapa aplikasi dalam daftar mendukung Siri atau Shortcuts.
Integrasi tersebut dapat mengurangi langkah manual.
Misalnya, pengguna dapat membuat shortcut untuk membuka halaman tertentu.
Selain itu, proses pencatatan dapat dimulai melalui perintah suara pada aplikasi yang mendukungnya.
Namun, otomatisasi tidak harus rumit.
Sebaliknya, fokuslah pada aktivitas yang memang dilakukan berulang kali.
Jika sebuah shortcut hanya menghemat dua langkah tetapi digunakan 20 kali seminggu, manfaatnya dapat terasa cukup besar.
Apple Watch Bisa Membuat Aplikasi Lebih Praktis
Banyak aplikasi iOS juga hadir pada Apple Watch.
Structured, Tiimo, Due, Drafts, Just Press Record, Bear, Agenda, Parcel, Streaks, dan Waterllama mempunyai dukungan perangkat Apple tambahan dalam berbagai bentuk.
Namun, pengguna tidak perlu membeli Apple Watch hanya untuk menggunakan aplikasi tersebut.
Sebaliknya, jika sudah memilikinya, manfaatkan layar di pergelangan tangan untuk mengurangi kebutuhan membuka iPhone.
Misalnya, reminder dapat muncul langsung.
Selain itu, pengguna dapat merekam voice note atau mengecek jadwal tanpa mengambil ponsel.
Dengan demikian, teknologi dapat membantu mengurangi frekuensi menatap layar utama.
Selalu Periksa Privasi Aplikasi
Aplikasi produktivitas sering menyimpan data yang cukup personal.
Planner mengetahui jadwal pengguna.
Sementara itu, aplikasi catatan dapat berisi informasi pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Aplikasi screen-time juga membutuhkan akses tertentu untuk menjalankan fungsi pembatasan.
Oleh karena itu, periksa informasi App Privacy sebelum menginstal.
Kemudian, berikan permission hanya saat benar-benar diperlukan.
Misalnya, sebuah aplikasi tidak selalu membutuhkan akses lokasi.
Jika fungsi utama tetap berjalan tanpa permission tersebut, pengguna dapat mempertimbangkan untuk tidak memberikannya.
Dengan demikian, kenyamanan tetap berjalan bersama perlindungan privasi.
Perhatikan Sistem Pembayaran
Tidak semua aplikasi dalam daftar menggunakan model yang sama.
Ada aplikasi gratis dengan pembelian dalam aplikasi.
Selain itu, terdapat aplikasi berlangganan.
Sementara itu, beberapa aplikasi menggunakan pembelian satu kali.
Karena itu, cek biaya sebelum membangun seluruh workflow.
Namun, jangan langsung menolak aplikasi berbayar.
Jika sebuah aplikasi menghemat banyak waktu dan digunakan setiap hari, biayanya mungkin sepadan.
Sebaliknya, langganan murah tetap menjadi pemborosan jika aplikasi tidak pernah dibuka.
Berikan Waktu Sebelum Menilai Aplikasi
Aplikasi baru biasanya membutuhkan sedikit penyesuaian.
Oleh karena itu, jangan menilai seluruh manfaatnya setelah penggunaan lima menit.
Coba gunakan selama beberapa hari.
Kemudian, perhatikan apakah pekerjaan menjadi lebih sederhana.
Apakah reminder lebih jarang terlupa?
Apakah jadwal menjadi lebih jelas?
Apa Anda lebih mudah menemukan catatan?
Apa screen time berkurang?
Jika tidak ada perubahan nyata, aplikasi mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dengan demikian, iPhone tetap berisi aplikasi yang benar-benar memberikan manfaat.
Checklist Memilih Aplikasi iOS yang Layak Dipertahankan
Gunakan beberapa pertanyaan berikut sebelum memutuskan menyimpan sebuah aplikasi:
- Apakah aplikasi menyelesaikan masalah nyata?
- Apakah saya menggunakannya secara rutin?
- Apakah aplikasi menghemat waktu?
- Apakah fitur bawaan iPhone sudah cukup?
- Apakah antarmukanya mudah dipahami?
- Apakah aplikasi masih mendapat pembaruan?
- Apakah mendukung widget?
- Apakah Siri atau Shortcuts tersedia?
- Apakah integrasi Apple Watch berguna?
- Apakah model pembayarannya sesuai?
- Apakah privasinya dapat diterima?
- Apakah data dapat diekspor jika diperlukan?
- Apakah aplikasi mengurangi jumlah langkah?
- Apakah aplikasi justru menambah pekerjaan?
- Apakah hidup terasa lebih sederhana setelah menggunakannya?
Dengan checklist tersebut, pengguna dapat menghindari kebiasaan mengumpulkan aplikasi tanpa manfaat jelas.
Kesimpulan
iPhone mempunyai kemampuan jauh lebih luas daripada sekadar menjalankan WhatsApp, Instagram, TikTok, atau aplikasi hiburan lainnya.
Berbagai aplikasi iOS berguna dapat membantu mengurangi masalah kecil yang terus berulang sepanjang hari.
Structured membantu mengubah jadwal menjadi timeline visual.
Kemudian, Tiimo dapat membantu membangun rutinitas yang lebih terstruktur.
Due membuat reminder penting jauh lebih sulit dilupakan.
Drafts memungkinkan pengguna menangkap ide tanpa banyak langkah.
Sementara itu, Just Press Record memberikan alternatif melalui voice note dan transkripsi.
Bear dapat menjadi pusat catatan serta informasi pribadi.
Agenda menghubungkan catatan dengan kalender sehingga konteks meeting lebih mudah ditemukan.
AnyList membantu mengatur belanja serta meal planning bersama keluarga.
Parcel menyatukan berbagai paket dari banyak perusahaan pengiriman.
Di sisi lain, Opal membantu mengurangi kebiasaan menggunakan aplikasi pengalih perhatian secara berlebihan.
Selain itu, Streaks dapat membantu membangun kebiasaan kecil.
Waterllama juga menawarkan pendekatan yang lebih menarik untuk mencatat hidrasi.
Namun, pengguna tidak perlu menginstal semuanya.
Sebaliknya, mulai dari satu masalah yang paling sering terjadi.
Jika selalu lupa, coba Due.
Jika jadwal berantakan, pilih Structured atau Tiimo.
Apabila terlalu banyak scrolling, gunakan Opal.
Sementara itu, apabila banyak ide cepat hilang, Drafts atau Just Press Record dapat menjadi pilihan.
Pada akhirnya, aplikasi terbaik bukan aplikasi dengan daftar fitur paling panjang.
Aplikasi terbaik adalah aplikasi yang bekerja diam-diam, menghemat waktu, serta membuat aktivitas sehari-hari terasa sedikit lebih mudah.
Dengan memilih aplikasi iOS berguna berdasarkan kebutuhan nyata, iPhone dapat berubah dari perangkat yang sering menghabiskan waktu menjadi alat yang membantu mengembalikan waktu kepada penggunanya.